Sering kita dengar di berita-berita dan bahkan tidak jarang para aktivis anti korupsi menggelar aksi demo menuntut keadilan. Mereka menarikan yel-yel untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya dan memberikan hukuman kepada para koruptor seberat-beratnya. Tentu saja tindakan mereka itu patut diapresiasi. Karena sudah pasti, para koruptor terutama yang menyelewengkan atau menggelapkan uang rakyat sangat merugikan dan dapat menyebabkan terhambatnya laju pembangunan dan roda pemerintahan serta dapat menyebabkan masyarakat menjadi sengsara.
Dewasa ini, kata-kata korupsi semakin akrab di telinga. Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui secara pasti apa yang dimaksud dengan korupsi. Sebagian besar mereka hanya mengetahui bahwa korupsi adalah mengambil, menggelapkan, atau mencuri uang rakyat. Sebenarnya, korupsi tidak hanya itu.
Korupsi tidak hanya sebatas menyelewengkan uang melainkan korupsi juga bisa berarti menyalahgunakan jabatan, tidak bekerja dengan sungguh-sungguh, bolos saat bekerja, dan masih banyak bentuk-bentuk korupsi yang lainnya yang sudah pasti dapat menyebabkan kerugian bagi orang lain maupun perusahaan tempat bekerja.
Tentu ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa korupsi di Indonesia tumbuh subur mulai dari pemerintah pusat hingga Pemerintah Daerah atau hingga pemerintahan terkecil di desa-desa. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak orang yang tidak memahami apa itu korupsi. Mereka hanya memahami korupsi dalam istilah sempit saja sehingga, orang yang terkadang meneriakkan yel-yel anti korupsi justru juga bisa melakukan tindak korupsi dalam kehidupan sehari-hari mereka terutama saat bekerja sebagai karyawan swasta atau pegawai negeri.
Untuk bisa memberantas korupsi, setidaknya kita harus memulai dari diri sendiri. Ada beberapa langkah penting yang harusnya dilakukan yaitu:
Menambah pengetahuan mengenai korupsi
Jika Anda selama ini mengetahui bahwa korupsi hanyalah sebatas menyelewengkan uang rakyat, mungkin Anda perlu belajar lebih jauh lagi. Karena sebenarnya korupsi tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyelewengan uang atau penggelapan uang. Seperti yang telah disebutkan di bagian atas, korupsi masih banyak bentuknya yang lain.
Saat di tilang misalnya, saat memberikan ‘uang damai’ dan saat petugas (aparatur negara) menerima sogokan, hal tersebut juga bisa dikategorikan ke dalam bentuk korupsi.
Jika Anda bekerja sebagai seorang karyawan dan Anda sengaja terlambat masuk saat bekerja, atau pulang lebih cepat dibandingkan dengan jadwal, maka hal tersebut juga bisa dikategorikan sebagai tindakan korupsi.
Dengan membaca terutama hal-hal yang berkaitan dengan korupsi dan mengikuti seminar seminar akan memberikan kita pencerahan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai apa itu korupsi, bagaimana prakteknya? Bagaimana cara menghindarinya? Dan bagaimana cara mencegahnya?
Berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan korupsi
Setelah mengetahui apa saja dan bagaimana cara mencegah korupsi, selanjutnya agar hal tersebut bisa benar-benar memberikan efek, maka kita harus berkomitmen untuk tidak melakukan korupsi, untuk melaporkan apabila terjadi tindak korupsi, dan untuk melindungi orang lain atau berusaha untuk menggagalkan setiap usaha untuk korupsi.
Setelah mengetahui apa saja dan bagaimana cara mencegah korupsi, selanjutnya agar hal tersebut bisa benar-benar memberikan efek, maka kita harus berkomitmen untuk tidak melakukan korupsi, untuk melaporkan apabila terjadi tindak korupsi, dan untuk melindungi orang lain atau berusaha untuk menggagalkan setiap usaha untuk korupsi.
Dengan demikian, idealisme yang selama ini kita pertahankan, dan semangat yang kita junjung akan mampu memberikan efek positif di dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat.
Mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa
Tidak ada agama di dunia ini yang menganjurkan umatnya untuk melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji seperti berbuat curang atau mencuri. Oleh karena itu, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah cara lain untuk menghindari tindakan tidak terpuji (korupsi) tersebut.
Menumbuhkan sifat kepedulian
Menumbuhkan sifat kepedulian
Apabila kita peduli kepada orang lain dan memiliki nilai-nilai tenggang rasa didalam jiwa, maka akan dengan sendirinya kita berusaha untuk menjauhi tindakan-tindakan yang justru dapat merugikan orang lain.
Selalu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan
Apapun yang kita lakukan, entah itu buruk atau baik, kita harus menerima konsekuensinya. Dan apabila hal tersebut berakibat buruk bagi diri kita maupun orang lain, maka kita pun harus bertanggung jawab. Memupuk jiwa tanggung jawab dalam diri sendiri adalah cara lain untuk memberantas korupsi.
Orang yang selalu bertanggungjawab biasanya akan disegani di tempat kerja, disukai oleh banyak orang, dan bahkan bisa membantu orang lain untuk berbuat lebih baik karena mereka selalu bisa menjadi contoh yang baik.
Itulah beberapa tips memberantas korupsi yang bisa dimulai dari diri sendiri. Seperti kata-kata bijak berikut ini, “apabila sebuah teko diisi dengan air putih, maka yang akan dikeluarkannya juga adalah air putih. Apabila teko tersebut diisi dengan kopi, maka kopi juga yang akan dikeluarkannya. Begitu juga dengan diri sendiri. Apapun yang kita serap, apapun ide yang kita miliki yang akan membentuk karakter kita, maka kita harus memfilternya dengan baik sebelum mendarah daging.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.

